Desain Rumah

Desain Rumah Modern Minimalis

Renovasi Rumah

Renovasi Rumah Minimalis di Bekasi

Jual Rumah

Rumah Kecil Minimalis 2 Lantai

Interior Rumah

Warna Interior Ruang Keluarga

Perhatikan 5 Hal Sebelum Menggunakan Jasa Arsitek

Interior Ruang Keluarga Rumah Modern Minimalis

Menggunakan jasa arsitek untuk merancang hunian impian memang menyenangkan. Di satu sisi, Anda akan didampingi ahli yang mampu merepresentasikan segala keinginan dalam bentuk desain. Di sisi lain, Anda tidak perlu khawatir bila hunian yang ingin diwujudkan akan berakhir buruk. Namun, ada hal-hal yang harus Anda perhatikan bila ingin menggunakan jasa mereka. Berikut beberapa di antaranya:

1. Jangan Tawar-Menawar Sejak Dini
Salah satu kendala yang sering ditemui ketika telah memutuskan untuk menggunakan jasa arsitek yaitu dana. Memang, ada baiknya bila kita mengecek terlebih dahulu berapa anggaran yang harus dikeluarkan untuk menyewa jasa mereka. Sekalipun Anda memiliki anggaran yang ketat, jangan khawatir pula untuk mencari arsitek berpengalaman. Sering kali arsitek berpengalaman justru akan memberikan ide untuk mewujudkan hunian impian Anda dengan kocek yang minim.

2. Jangan Berharap Sama
Tidak semua pelukis yang menganut aliran yang sama, akan menghasilkan karya yang sama satu dengan yang lain. Demikian pula arsitek. Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan dan kelemahan berbeda-beda. Jadi, ada baiknya bila Anda sedikit melakukan penelitian terhadap karya yang sudah mereka ciptakan sebelum memutuskan menggunakan jasanya.

3. Besar Tidak Selamanya Lebih Baik
Tak jarang Anda menilai bahwa rumah yang besar dan luas adalah hunian yang nyaman. Namun, arsitek Anda mungkin akan menawarkan sesuatu yang berbeda dengan menyesuaikan anggaran yang dimiliki serta kebiasaan. Satu hal yang perlu diingat juga, bahwa rumah yang besar tidak selalu lebih baik. Kenapa? Dapat dipastikan bahwa rumah berukuran besar akan membutuhkan energi yang besar, tak hanya konsumsi listrik tetapi juga energi Anda saat membersihkannya.

4. Speak Up!
Semakin banyak masukan dari klien, maka desain yang dihasilkan pun akan lebih baik. Karena itu, jangan ragu untuk menyampaikan pendapat. Arsitek bukanlah tuhan yang mengetahui setiap detail hal yang Anda inginkan. Kendati tak jarang mereka ingin bahwa desain yang mereka ciptakan dihargai. Ingatlah, bahwa tujuan Anda menggunakan jasa arsitek yakni untuk mempersonalisasikan tujuan Anda dalam membangun hunian yang nyaman. Jadi, jangan ragu untuk memberikan gagasan juga.

5. Jujurlah Tentang Anggaran Yang Dimiliki
Ini adalah masalah yang rumit. Pasalnya, bagaimana pun, arsitek akan menyesuaikan setiap desain dengan budget yang Anda miliki. Karena itu, Anda harus jujur dengan arsitek tersebut sejak awal tentang kondisi keuangan yang dimiliki untuk membangun rumah. Berikan gambaran paling realistis, sehingga desain yang diberikan pun akan menyesuaikan dengan kemampuan Anda.

Penulis : Dani Prabowo
Editor : Hilda B Alexander
Sumber : www.freshome.com

Syarat Mengajukan Kredit Renovasi Rumah

Syarat Mengajukan Kredit Renovasi Rumah

Proses renovasi rumah tak lepas dari masalah pendanaan. Besarnya biaya yang dikeluarkan terkadang tak sebanding dengan dana yang dimiliki. Jika sudah begini, pinjaman dari bank pun menjadi pilihan sumber dana. Beberapa bank bahkan bisa memberikan pinjaman untuk membeli furnitur jika Anda berniat untuk merenovasi total hunian Anda. Namun sayangnya, kurangnya informasi yang berujung pada ketidaklengkapan persyaratan yang dibutuhkan membuat nasabah kesulitan mendapatkan persetujuan dari bank. Apa saja persyaratannya dan bagaimana prosesnya? Simak ulasannya berikut ini.

Syarat yang dibutuhkan

Agunan
Untuk melancarkan proses peminjaman, ajukan jaminan seperti sertifikat rumah atau sertifikat kendaraan pribadi. Semakin besar jaminan yang Anda ajukan, maka kesempatan untuk mendapatkan pinjaman juga semakin besar. Selain itu, jangan lupa menyertakan surat izin mendirikan bangunan (IMB).

Slip Gaji
Jika Anda seorang karyawan, maka Anda harus menyerahkan dokumen yang menyatakan bahwa Anda telah bekerja sebagai pegawai tetap pada perusahaan tempat Anda bekerja. Selain itu, pihak bank juga akan meminta bukti rekening koran yang digunakan untuk memeriksa ketepatan gaji yang dibayarkan setiap bulan.

Oleh karena itu bagi Anda yang menerima gaji secara tunai sebaiknya menabungkan gajinya ke rekening bank lebih dulu, minimal 3 bulan sebelum mengajukan kredit. Bank biasanya akan memotong sepertiga atau maksimal 40% dari penghasilan Anda tiap bulan. Sementara bagi Anda yang berwiraswasta, pastikan kelengkapan dokumen seperti legalitas usaha minimal 6 bulan terakhir, NPWP, daftar pelanggan, daftar pemasok, dan tanda daftar perusahaan.

Rekening Tabungan
Selain bukti slip gaji 3 bulan terakhir, pihak bank juga akan menanyakan rekapitulasi rekening tabungan Anda serta jumlah cicilan hutang yang sedang berjalan (jika ada). Sebab besarnya cicilan hutang akan mempengaruhi kemampuan membayar calon kreditor. Maka sebelum memulai pinjaman baru, sebaiknya lunasi dulu atau minimalisir jumlah hutang lainnya agar bank menerima kredit yang Anda ajukan.

Data Pribadi
Untuk melengkapi data calon kreditor, bank juga akan meminta dokumen tentang pribadi Anda berupa kartu tanda penduduk (KTP), foto copy buku nikah, dan kartu keluarga (KK). Berkaitan dengan usia, pihak bank juga akan menghitung usia produktif Anda. Jadi jika Anda berusia dibawah 40 tahun, maka jangka waktu peminjaman yang diberikan bisa lebih lama, sekitar 10 hingga 15 tahun.

Kenapa Ditolak?

Ada beberapa hal yang menyebabkan pihak bank menolak pengajuan kredit Anda. Salah satunya adalah ditemukannya permasalahan pada rekening kredit Anda, seperti kredit macet. Hal ini membuat bank meragukan kemampuan membayar Anda secara rutin dan tepat waktu setiap bulannya.

Selain itu, total pinjaman yang sedang berjalan ketika Anda mengajukan kredit juga menjadi persoalan penting. Semakin banyak hutang yang Anda miliki, maka semakin kecil kemungkinan pengajuan kredit Anda diterima, kecuali jika jumlah dana yang ada di rekening tabungan Anda masih mencukupi.

Hal terakhir adalah lokasi rumah yang hendak direnovasi. Bank bisa menolak pengajuan kredit Anda jika lokasi hunian tidak marketable, artinya berada di lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan roda empat.

Sumber : Majalah Asri / Astri Diana

Takut Atap Rubuh? Pakai Rangka Baja Ringan Saja!

Rangka Atap Baja Ringan

Apakah Anda masih memakai kayu sebagai rangka atap rumah Anda? Waspadalah! Segala kemungkinan —mulai dari lapuk hingga dilahap rayap— bisa menghampiri rangka kayu Anda.

Bila rangka atap Anda rapuh, kemungkinan terburuk, lama kelamaan atap Anda pun akan rubuh. Hal ini bisa membahayakan nyawa Anda dan keluarga, bukan?

Salah satu inovasi produk solutif yang mulai merajai pasar sejak tahun 2005 adalah rangka atap baja ringan.

Berbeda dengan kayu, yang semakin lama, kualitasnya semakin menurun, mutu rangka atap baja ringan ini lebih stabil, dengan jaminan proses sertifikasi yang telah dilalui.

Tak hanya tahan akan rayap, material yang terbuat dari baja CRC (Cold Rolled Cold) ini juga memiliki daya kuat tarik (kemampuan sebuah benda menerima tarikan) sebesar 550MPa. Bahkan, kekuatannya melebihi baja konvensional, yang memiliki kuat tarik sebesar 240MPa saja.

Selain antirayap dan kekuatannya, baja ringan dilindungi pula oleh lapisan pencegah korosi (karat). Umumnya, lapisan coating pada baja ringan ini terdiri atas galvanis dan galvanum, yang merupakan campuran antara zinc (seng) dan alumunium.

Namun, biasanya beberapa produsen besar memiliki inovasi lapisan tersendiri, seperti lapisan ZAM (zinc, alumunium, dan magnesium) pada produk J-Steel; dan zincalume pada Smartruss.

Dengan segala kekuatan ini, apakah Anda masih ragu mengganti kayu Anda dengan rangka atap baja ringan?

Sumber : www.tabloidrumah.com