
Di Paris, budaya bersantai di kafe telah tumbuh sejak beberapa abad lalu dan sudah tidak dapat dipisahkan dari kehidupan kota. Deretan kafe di sepanjang jalan utama menawarkan pemandangan yang cukup mengasyikkan disana. Kafe-kafe yang telah berusia ratusan tahun juga tetap bertahan di antara maraknya kehadiran kafe-kafe baru.
Kehidupan yang disarati budaya bersantai di kafe merebak pula di kota-kota lain, seperti Rotterdam (Belanda), Tokyo (Jepang) dan tentu saja Jakarta (Indonesia). Kafe-kafe di kota tersebut dirancang secara khusus sehingga tidak kalah menarik dengan bangunan di sekelilingnya. Kafe Costes di Beaubourg (Paris), Kafe Boompjes dan Kafe De Unie di Rotterdam, merupakan contoh bangunan yang menarik untuk diulas, baik dari sisi arsitektur maupun interior.
HENING DI TENGAH KERAMAIAN
Kafe Costes di Beaubourg, kawasan kota baru Paris, memiliki tampak muka yang dirancang senada dengan arsitektur modern gedung-gedung di sekitarnya. Kehadirannya memang tidak menonjol di area Centre De Beaubourg, salah satu kawasan teramai di Paris. Namun, Pemandangan indah dapat dinikmati melalui jendela-jendela besar di lantai dua kafe yang dirancang Philippe Starck.



