|
|
By Daukhan Permana |  8 January 2010

Mengecat tembok tak boleh sembarangan. Ada langkah-langkah yang harus Anda ikuti. Ini demi menjaga agar hasil pengecatan bisa maksimal, termasuk agar warna cat sesuai dengan warna di kemasan. Jadi, kenapa warna cat di atas tutup kaleng berbeda dengan warna setelah disapukan di dinding? Bisa jadi karena pengecatan belum maksimal.
Berikut yang harus Anda ketahui sebelum mengecat tembok :
- Persiapkan tembok. Untuk tembok baru, tunggu hingga benar-benar kering. Setidaknya telah berusia 28 hari. Pada saat itu, kelembapan tembok diperkirakan tidak lebih dari 16%. Derajat keasaman amat menentukan keberhasilan memperoleh warna sesuai kemasan.
- Laburkan zat anti-alkali, terutama untuk tembok baru. Jika tembok itu sudah lama, pakailah wall sealer. Tunggu zat pelapis ini benar-benar kering. Selang waktu pengeringan beragam, antara dua jam sampai satu hari.
- Aduk cat hingga rata dan sempurna. Sapukan ke dinding. Lakukan dua kali pengecatan. Pertama sebagai dasar, yang kedua untuk menutup pori-pori dinding yang masih terbuka sekaligus meratakannya. Untuk mengecat, sebaiknya Anda memakai roll set berbulu halus dan pendek, bukan rol dari bahan sponge.
Ingat! Untuk hasil maksimal, jangan sentuh cat sebelum benar-benar kering.
By Daukhan Permana |  19 December 2009
Umumnya membangun sebuah rumah berawal dari gambar arsitek. Setelah gambar ada, kita dihadapkan kepada dua pilihan: mau mengerjakan sendiri atau menyerahkannya kepada kontraktor. Dua jalan ini memiliki untung-rugi.

Kalau Anda siap menghadapi resiko, membangun rumah tanpa bantuan jasa konsultan tidak bakal jadi masalah. Biayapun bisa disesuaikan kocek. Cuma, ada konsekuensinya. Waktu Anda jadi tersita. Misalnya, Anda harus mencari tukang atau mandor. Mereka ini akan bekerja di bawah komando dan kendali Anda.
Sayangnya, sebagian tukang atau mandor ini kadangkala menyebalkan dan kurang berkualitas. Bila menemui hal seperti ini, emosi Anda bisa terpompa. Bagaimana jika hasil kerja mereka tidak sesuai harapan? Lebih pusing lagi, Anda mesti membongkar dan mengganti lagi dengan yang baru. Biaya bisa membengkak. Dana lain bisa-bisa ikut terkuras.
Selengkapnya.. ›
By Daukhan Permana |  4 December 2009

Benarkah rumah mencerminkan karakter pemiliknya? Coba saja masuki ruang tamunya. Bila penghuninya punya pribadi hangat, pasti menyediakan ruang tamu yang terkesan menyambut. Terbaca dari pilihan sofanya yang nyaman diduduki sehingga memancing betah bertamu. Lain kalau pemilik rumah enggan diganggu tamu. Tempat duduknya biasanya lebih formal dengan kursi berlengan yang tampak kaku sehingga tamu tidak ingin berlama-lama.
Kecenderungan saat ini sebagian orang malas diganggu tamu karena waktu di rumah makin sedikit. Jika tetap ada ruang tamu, fungsinya nyaris terbuang percuma. Karena itu disarankan untuk menelaah dulu fungsinya bagi penghuni. Ingin tetap mengakomodasi ruang tamu atau menghilangkannya?
Untuk rumah mungil sebaiknya ruang tamu dijadikan fungsi lain yang memang diperlukan. Misalnya, menyatu dengan ruang keluarga sehingga didapat luasan lebih lapang. Tamu yang tidak diinginkan masuk ke area dalam rumah, bisa dibuatkan foyer atau di teras.
SKALA RUANG
Selain penekanan pada fungsi, skala ruang perlu diperhatikan. Bila luas ruang tamu kecil, sesuaikan ukuran mebelnya. Jangan memaksakan memakai sofa standar orang Eropa karena akan menyita ruang. Batasi jumlah tamu yang akan ditampung sebanyak tiga orang. Untuk itu cukup sediakan konfigurasi satu single chair dan satu sofa dua dudukan.
Kemudian terapkan pola ruang yang mengalir antara ruang tamu dan ruang lain. Cukup letakkan pemisah ruang yang bersifat imajiner seperti pot tanaman dan meja pendek atau karpet, bukan dinding masif.
By Daukhan Permana |  25 November 2009
Sanitasi bukan merupakan kata asing bagi kita. Tapi mungkin hanya sedikit yang sadar betapa penting sanitasi. Mungkin karena melihat begitu penting arti kata sanitasi itu, Mahatma Gandhi sampai-sampai mengatakan bahwa ” Sanitation is more importance than independence “.

Bagi rumah tinggal modern, sanitasi yang baik bisa jadi lebih berharga dari kemerdekaan seperti kata Mahatma Gandhi tadi. Betapa tidak lucu ketika berada di sebuah rumah modern kita tiba-tiba mencium bau busuk dari kamar mandi. Atau aroma kotoran yang membusuk dari saluran pembuangan air limbah. Jika ini terjadi, citra kita sebagai pemilik rumah bisa tercoreng. Tidak hanya itu, kesehatan pun bisa terganggu. Nah, menghindari dampak yang lebih buruk terjadi, sebaiknya kita mulai mencermati hal-hal yang diperlukan untuk membuat sebuah sistem sanitasi yang baik dan sehat.
Cukup banyak yang musti dipertimbangkan ketika kita merancang sebuah sistem sanitasi di rumah. Sistem sanitasi yang baik berhubungan langsung dengan hal penyediaan air bersih dan pengolahan limbah. Air bersih diperlukan untuk kepentingan mandi, mencuci dan memasak. Hasil dari kegiatan ini berupa limbah air kotor.
INSTALASI AIR BERSIH ( WHITE WATER )
Permasalahan utama pada instalasi air bersih adalah debit air. Sebisa mungkin, buatlah instalasi air bersih yang mampu mengucurkan air dalam jumlah sama pada setiap titik kran. Paling tidak, ada dua model instalasi air bersih yang dapat diterapkan.
Selengkapnya.. ›
By Daukhan Permana |  13 November 2009
Ventilasi optimal membuat rumah segar dan nyaman. Aktifitas di rumah pun menjadi lebih baik dan maksimal. Bagaimana merancang ventilasi yang benar ?
 VOID | Cara lain mengatasi hawa panas di rumah mungil adalah dengan void. Fungsinya untuk menampung dan mengeluarkan udara panas yang bergerak vertikal. Agar fungsi maksimal, void perlu dilengkapi dengan terawang sebagai jalan keluar udara panas yang terkumpul disana.
Langkah yang mesti dilakukan sudah pasti, Buatlah ventilasi udara secara proporsional. Proporsional disini maksudnya adalah paling sedikit mencapai 1/3 bagian dari luas lantai ruangan. Ruang-ruang yang umumnya memerlukan bukaan proporsional itu adalah ruang keluarga, ruang tamu, ruang makan, dapur, kamar mandi, dan ruang tidur. Sebesar atau sekecil apapun rumah Anda, pasti memerlukan ventilasi agar ruang-ruang di dalamnya menjadi nyaman.
Sebenarnya ada dua persyaratan agar kenyamanan rumah itu terpenuhi, yakni ketersediaan UDARA dan CAHAYA cukup. Keduanya dapat diperoleh jika rumah memiliki ventilasi yang proporsional dan optimal, serta bukaan untuk cahaya. Ventilasi berfungsi untuk menjalankan sistem pertukaran udara karena adanya perbedaan temperatur. Sementara asupan cahaya membuat ruang menjadi terang dan bebas lembab.
KENALI ALIRAN UDARA
Udara bergerak setiap saat dan mengalir dengan sendirinya. Di dalam rumah, kecepatan angin terasa nikmat jika mengalir dengan kecepatan 0,1 - 0,15m per detik. Kecepatan angin lebih rendah membuat udara berasa tidak mengalir sehingga kondisi di ruangan panas dan pengap. Sebaliknya jika aliran udara lebih besar dari ketentuan. Ini akan membuat orang justru masuk angin.. :)
By Daukhan Permana |  7 November 2009

Ruang tamu atau ruang keluarga rasanya belum pas jika tanpa credenza. Sebenarnya, apa itu credenza ? Dulu ternyata ia adalah meja tulis. Lalu dikembangkan menjadi meja untuk meletakkan dan menyimpan benda pribadi. Namun sekarang, selain tetap berfungsi sebagai meja, credenza juga sebagai elemen estetika.
Desain, ukuran, dan material credenza cukup beragam. Ada desain bergaya klasik, ada juga yang simpel atau minimalis. Begitu juga dengan ukurannya: yang kecil, sedang, dan yang besar. Perbedaan ukuran itu biasanya untuk panjang, yang disesuaikan dengan luas ruang atau kebutuhan. Standar ukuran tinggi antara 75cm-80cm dan lebar 60cm. - walau bisa saja sesuai keinginan.
Awalnya credenza banyak dipakai di perkantoran. Namun rumah-rumah tinggal kini ikut menggunakannya. Credenza biasa diletakkan di ruang publik atau nonpublik -ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, atau kamar tidur. Di ruang keluarga, misalnya credenza sering berfungsi sebagai tempat untuk meletakkan pigura foto, pernak-pernik, atau televisi dan perangkat audio.
Umumnya credenza terbuat dari material kayu. Beberapa material lain ditambahkan untuk memberi nilai tambah. Material granit atau marmer, misalnya, sering dipakai sebagai sisi atasnya. Penggunaan material itu membuat meja multifungsi ini berkesan lebih berkelas.
By Daukhan Permana |  1 November 2009
Kenali rumusan tepat membuat tangga. Salah bikin bisa membuat penggunanya cepat lelah. Aturan feng shui bahkan mengatur jumlah anak tangga yang baik.

Mungkin Anda pernah melihat dan merasakan tangga menuju lantai atas rumah kurang nyaman digunakan. Si pemilik mengeluh kalau harus bolak-balik turun naik. Buntutnya, ia makin enggan menyambangi kamar di atas. Apa pasal? Tangga itu rupanya tak beres dalam soal ukuran dan penempatan.
Seperti kita ketahui, tangga merupakan elemen bangunan yang berfungsi sebagai sarana penghubung lantai yang berbeda ketinggian. Tangga menjadi jalur sirkulasi vertikal dari lantai bawah ke atas, atau sebaliknya. Tangga juga dapat berfungsi sebagai elemen estetika.
Untuk memperoleh sebuah tangga seperti yang Anda harapkan, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, soal kebutuhan dan fungsi. Kedua, faktor keamanan kenyamanan, dan keindahan. Ketiga, feng shui (bagi yang percaya).
Bagaimana membuat tangga yang sesuai kebutuhan dan fungsi? Tangga memiliki pijakan-pijakan yang saling terhubung. Pijakan-pijakan yang berundak-undak dan teratur inilah yang berfungsi menghubungkan dua lantai.
Selengkapnya.. ›
|
|