Custom Search

Categories

Projects

Archives


Architect Blogs - BlogCatalog Blog Directory

StatPress

Total Visits : 2027
Visits Today : 63
Visitor : 1
Page Views : 319
IP : 38.103.63.57
Since : 5 June 2009

Opera Mini - Mobile Web Browser

Arsitektur Indonesia

Rumah Indonesia, Wujud Arsitekturnya masih terus dicari..

Para arsitek Indonesia di pertengahan tahun 1980, pernah mencoba untuk membahas tentang apa dan bagaimana seharusnya arsitektur Indonesia. Ternyata slogan yang berbau sikap nasionalis itu tidak mudah diterjemahkan begitu saja. Bagaimanakah bentuk arsitektur rumah tinggal yang ingin disebut rumah Indonesia?

RUMAH TROPIS

Mengambil nama rumah Indonesia, konsekuensinya cukup berat. Rumah Indonesia berarti rumah ini sudah dapat mengakomodir seluruh bagian dari karakter budaya arsitektur sekian banyak daerah yang ada di negara ini. Dan dari sekian banyak karya arsitektur yang ada, boleh dikatakan tidak satu pun rumah yang masuk nominasi mampu merefleksikan ke-Indonesia-an itu pada desainnya.

Rumah Tropis

Rumah Tropis, mungkin istilah yang agak lebih dekat dengan maksud ini, karena Indonesia memang beriklim tropis. Akan tetapi perlu diingat cukup banyak negara lain yang juga memiliki iklim yang sama. Jadi masih perlu dicari rumah tropis yang bersuasana Indonesia.

Ternyata sebagian besar para arsitek perancang rumah tinggal yang karyanya ingin mendekati kekhasan budaya Indonesia lebih sering dan menyukai penggunaan istilah ini. Bagaimana mereka bisa mendisain rumah yang sesuai dengan kondisi lokasinya, memiliki ciri budaya ( baca: jati diri ) yang khas dari suasana kedaerahan di Indonesia, memenuhi fungsinya sebagai rumah tinggal orang yang berkepribadian Indonesia, dan yang pasti bisa menyatu dengan kondisi iklim serta lingkungan daerah tersebut.

Continue reading »

Arsitektur Neo-Modern

Bermula dari runtuhnya Arsitektur Modern  terakhir yang disebut juga “International Style”, Arsitektur Post-Modern terus berkembang menjadi banyak aliran. Diantaranya yaitu aliran Neo -Modern.

Stata Center, arsitek: Frank Gehry

Stata Center, arsitek: Frank Gehry

Aliran Neo-Modern muncul pada masa antara tahun 1980 seiring dengan perkembangan jaman sejak dinyatakannya kematian arsitektur modern (1975) dan kemudian ditandai munculnya bangunan-bangunan baru postmodern. Neo-Modern juga berkembang bersamaan dengan aliran Dekonstruksi dimana arsitek-arsitek besar pada masa itu seperti Frank Gehry, Peter Eisenman, Rem Koolhaas, Bernard Tschumi, Zaha Hadid, Fumihiko Maki, Kazuo Shinoara dan lain-lain yang menghasilkan karya-karya Neo Modern dan Dekonstruksi. Karya-karya Arsitektur Neo-Modern sangat bertentangan dengan sifat klasik (clasissism).

Ciri-ciri yang mendasar pada bangunan-bangunan Neo-Modern yaitu :

Continue reading »

Nakheel Tower, Dubai

Nakheel Tower merupakan sebuah pencakar langit supertinggi yang direncanakan dibangun di Dubai, Uni Emirat Arab oleh perusahaan properti Nakheel. Proyek ini sebelumnya bernama Al Burj.

Nakheel Tower

Nakheel sedang melakukan pembicaraan dengan beberapa kontraktor berpotensial termasuk Samsung Engineering & Construction dari Korea Selatan ( yang juga membangun Burj Dubai ), Shimizu Corporation dari Jepang dan Grocon dari Australia. Menara ini akan memiliki tinggi 1.400 m, menjadikannya struktur tertinggi di dunia bila selesai dibangun.

Menara ini awalnya direncanakan tahun 2003 sebagai bagian tengah Palm Jumeirah, salah satu kepulauan buatan terbesar di dunia. Diberi nama “The Pinnacle” dan memuncak dari tengah kanal di bagian utama pulau. Tingginya sekitar 750 m dan terdiri dari 120 tingkat apartemen mewah tapi digantikan oleh Trump International Hotel and Tower dan pindah ke Dubai Waterfront. Meskipun perataan tanah dan reklamasi tanah dimulai pada Dubai Waterfront, pembangunan menara tak pernah dilakukan karena dekat dengan Bandar Udara Internasional Al Maktoum, yang sedang dibangun.

Continue reading »

Ultima Tower, kota langit setinggi 2 mil

Meledaknya populasi manusia menyebabkan semakin berkuranganya area-area hijau yang sangat penting bagi ekosistem. Diperkirakan pada tahun 2015 sebanyak 22 kota besar di dunia akan memiliki kepadatan minimal 10 juta jiwa. Semakin banyak jumlah manusia yang membutuhkan tempat tinggal maka semakin banyak pula area-area hijau yang dibabat untuk dijadikan area tempat tinggal dan usaha. Bagaimana solusinya ?

Membangun kota secara vertikal mungkin bisa menjadi salah satu solusinya. London tengah berangan-angan untuk membangun kota vertikal sebagai tempat tinggal bagi sejuta warganya di masa depan. Hal yang sama juga telah dipikirkan oleh Eugene Tsui semenjak 17 tahun lalu.

Tsui adalah seorang arsitek yang cukup terkenal dalam merancang dan membangun beberapa bangunan unik di dunia. Selain unik, bangunan-bangunan karya Tsui juga biasanya sangat ramah lingkungan. Pada tahun 1991 Tsui mempublikasikan rancangannya mengenai kota vertikal yang memiliki ekosistem-nya sendiri. Walaupun sampai saat ini masih belum ada rencana untuk mewujudkan rancangan tersebut, namun rancangan ini sangat menarik untuk dibahas.

Continue reading »

Selasar Sunaryo

Kalau ke Bandung, mampirlah ke Selasar Sunaryo Art Space (SSAS) di Dago Utara. Di sana, kita dapat menikmati karya seniman terkenal. Pemandangan indah kota Kembang dari ketinggian 800m juga terlihat.

Bangunan ini merupakan ruang terbuka atau beranda yang menjadi tempat memajang karya seni. Utamanya, karya sang pemilik, Sunaryo, perupa kenamaan Indonesia. Selain itu, tempat ini juga menjadi wadah seniman berekspresi. Mereka dapat memajang karya lukis, patung, sampai musik di bangunan seluas 1.000m2 itu.

Continue reading »

Penghargaan Arsitektur Pritzker

Daukhan-Arsitek Foto

Penghargaan Arsitektur Pritzker adalah penghargaan tahunan yang diberikan kepada arsitek yang masih hidup, dan telah memberikan kontribusi bagi kemanusiaan dan lingkungan binaan melalui seni arsitektur. Penghargaan diberikan sejak tahun 1979 oleh Hyatt Foundation untuk menghormati pendiri jaringan hotel Hyatt, pengusaha Jay A. Pritzker.

Penghargaan Pritzker

Penghargaan Pritzker dikelola oleh keluarga Pritzker yang banyak bermurah hati membiayai berbagai kegiatan budaya dan ilmu pengetahuan. Penghargaan yang pertama diberikan kepada Philip Johnson asal Amerika Serikat. Setelah berlangsung beberapa tahun, Penghargaan Pritzker mencapai status sebagai Penghargaan Nobel di bidang Arsitektur. Pemberian penghargaan setiap tahunnya dilakukan di gedung-gedung dengan rancangan arsitektur terkenal. Upacara penyerahan sekaligus peringatan hari jadi ke-20 Penghargaan Pritzker dilangsungkan di Gedung Putih. Namun 7 bulan setelah upacara tersebut, Jay A. Pritzker meninggal dunia akibat serangan jantung pada tanggal 23 Januari 1999. Putra tertuanya, Thomas J. Pritzker sekarang menjabat ketua The Hyatt Foundation. Pemenang menerima hadiah uang sejumlah 100 ribu dolar AS. Selain hadiah uang, pemenang mendapat medali perunggu yang didesain oleh bapak gedung pencakar langit, Louis H. Sullivan. Pemenang juga mendapat jaminan ketenaran sebagai arsitek kelas dunia, dan tawaran proyek dari berbagai kontraktor.

Continue reading »

Arsitektur Post-Modern

Arsitektur Post-Modern

Ketika Arsitektur Modern mulai dipraktekkan, ia adalah sebuah pergerakan garda depan dengan dasar moral, filosofis, dan estetis. Kebenaran dicari dengan menolak sejarah dan menoleh kepada fungsi yang melahirkan bentuk. Arsitek lantas menjadi figur penting dan dijuluki sebagai “master”. Kemudian arsitektur modern masuk ke dalam lingkup produksi masal karena kesederhanaannya dan faktor ekonomi.

Namun, masyarakat umum merasakan adanya penurunan mutu dalam arsitektur modern pada tahun 1960-an, antara lain karena kekurangan makna, kemandulan, keburukan, keseragaman, serta dampak-dampak psikologisnya. Sebagian arsitek menjawabnya melalui Arsitektur Post-Modern dengan usaha membentuk arsitektur yang lebih dapat diterima umum pada tingkat visual, meski dengan mengorbankan kedalamannya. Robert Venturi berpendapat bahwa “gubuk berhias / decorated shed” (bangunan biasa yang interior-nya dirancang secara fungsional sementara eksterior-nya diberi hiasan) adalah lebih baik daripada sebuah “bebek / duck” (bangunan di mana baik bentuk dan fungsinya menjadi satu). Pendapat Venturi ini menjadi dasar pendekatan Arsitektur Post-Modern.

Continue reading »

Arsitektur Modern

Arsitektur Modern

Pada masa Pencerahan, humaniora dan penekanan terhadap individual menjadi lebih penting daripada agama, dan menjadi awal yang baru dalam arsitektur. Pembangunan ditugaskan kepada arsitek-arsitek individual - Michaelangelo, Brunelleschi, Leonardo da Vinci - dan kultus individu pun dimulai. Namun pada saat itu, tidak ada pembagian tugas yang jelas antara seniman, arsitek, maupun insinyur atau bidang-bidang kerja lain yang berhubungan. Pada tahap ini, seorang seniman pun dapat merancang jembatan karena penghitungan struktur di dalamnya masih bersifat umum.

Continue reading »

Arsitektur Vernakular

Arsitektur Vernakular

Arsitektur lahir dari dinamika antara kebutuhan ( kebutuhan kondisi lingkungan yang kondusif, keamanan, dsb ), dan cara ( bahan bangunan yang tersedia dan teknologi konstruksi ). Arsitektur prasejarah dan primitif merupakan tahap awal dinamika ini. Kemudian manusia menjadi lebih maju dan pengetahuan mulai terbentuk melalui tradisi lisan dan praktek-praktek, arsitektur berkembang menjadi ketrampilan. Pada tahap ini lah terdapat proses uji coba, improvisasi, atau peniruan sehingga menjadi hasil yang sukses. Seorang arsitek saat itu bukanlah seorang figur penting, ia semata-mata melanjutkan tradisi. Arsitektur Vernakular lahir dari pendekatan yang demikian dan hingga kini masih dilakukan di banyak bagian dunia.

Permukiman manusia di masa lalu pada dasarnya bersifat rural. Kemudian timbullah surplus produksi, sehingga masyarakat rural berkembang menjadi masyarakat urban. Kompleksitas bangunan dan tipologinya pun meningkat. Teknologi pembangunan fasilitas umum seperti jalan dan jembatan pun berkembang. Tipologi bangunan baru seperti sekolah, rumah sakit, dan sarana rekreasi pun bermunculan. Arsitektur Religius tetap menjadi bagian penting di dalam masyarakat. Gaya-gaya arsitektur berkembang, dan karya tulis mengenai arsitektur mulai bermunculan. Karya-karya tulis tersebut menjadi kumpulan aturan ( kanon ) untuk diikuti khususnya dalam pembangunan arsitektur religius. Contoh kanon ini antara lain adalah karya-karya tulis oleh Vitruvius, atau Vaastu Shastra dari India purba. Di periode Klasik dan Abad Pertengahan Eropa, bangunan bukanlah hasil karya arsitek-arsitek individual, tetapi asosiasi profesi ( guild ) dibentuk oleh para artisan / ahli keterampilan bangunan untuk mengorganisasi proyek.